JAKARTA - Di atas kertas, Amerika adalah negara maju dan berhasil mencetak prestasi dalam pendidikan. Namun di sisi lain, pelajar di negara ini mengalami tingkat stres cukup tinggi.
Hal ini terungkap dalam sebuah laporan yang dikeluarkan sebuah kelompok adviokasi pendidikan publik, The Horace Mann League, dan kelompok administrator sekolah setempat, National Superintendents Roundtable. Laporan tersebut menyebutkan, nilai ujian tidak dapat menjadi indikator tunggal untuk membandingkan keberhasilan sistem pendidikan suatu negara.
Menurut mereka, setidaknya ada 24 indikator dalam enam kategori pembanding sistem pendidikan yaitu keluaran siswa, sistem sekolah, tekanan sosial, dukungan bagi keluarga, dukungan untuk sekolah dan ketidakadilan ekonomi.
Amerika masuk dalam jajaran negara dengan ekonomi kuat di dunia dan tingkat pendidikan yang tinggi. Namun, faktanya masih ditemukan tingkat kesenjangan ekonomi yang tinggi, dukungan keluarga yang rendah dan tingkat stres yang lebih tinggi.
Pengukuran tersebut memperhitungkan faktor kematian akibat kekerasan, penyalahgunaan obat dan kehamilan remaja. Negara adidaya ini juga memiliki kekerasan hingga 13 sampai 16 kali lebih banyak dari negara lain. Kenyataan tersebut dapat megganggu sekolah dan kehidupan akademis anak-anak serta mengancam kesehatan mental jangka panjang mereka.
Laporan ini membandingkan sistem pendidikan di negara G-7, yaitu negara dengan perekonomian besar di dunia. Kelompok negara G-7 terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Inggris. Peneliti juga memasukkan Finlandia dan China dalam riset tersebut. Kedua negara ini dianggap menarik minat global karena performa pelajar mereka.
Bila dibandingkan dengan Amerika, Finlandia memiliki tingkat kesenjangan ekonomi dan tingkat stres yang rendah. Di sisi lain, terdapat dukungan yang tinggi bagi keluarga, dan keluaran pelajar Finlandia mengagumkan.
Direktur Eksekutif National Superintendents Roundtable Jim Harvey, mengemukakan bahwa pertama kita harus berhenti menilai kinerja sekolah hanya dari ujian. "Yang kedua adalah kita perlu beberapa pengukuran berbeda untuk menakar apa yang terjadi di dalam masyarakat yang kompleks guna memahami apa yang terjadi di sekolah-sekolah kita," ujarnya.
Berikut negara dengan perbandingan tingkat pendidikan dan tingkat stres seperti dilansir Huffington Post, Rabu (28/1/2015):
1. Finlandia
Keluaran siswa: 36
Tekanan sosial: 28
2. Jepang
Keluaran siswa: 34
Tekanan sosial: 39
3. Kanada
Keluaran siswa: 29
Tekanan siswa: 15
4. Jerman
Keluaran siswa: 29
Tekanan siswa: 24
5. Amerika Serikat
Keluaran siswa: 25
Tekanan siswa: 11
6. Inggris
Keluaran siswa: 22
Tekanan siswa: 18
7. Italia
Keluaran siswa: 19
Tekanan siswa: 28
8. Prancis
Keluaran siswa: 17
Tekanan siswa: 24
9. China
Keluaran siswa: -
Tekanan siswa: 31











0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.