Adalah Dedi Hemawan, mahasiswa Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2011 yang mampu membuktikan bahwa seseorang bisa menguasai beberapa bidang sekaligus. Berlatar belakang bidang teknik tidak memupuskan semangat Dedi untuk tetap berupaya menguasai bidang non-teknik.
Bahkan, belum lama ini, Dedi berhasil memenangi kompetisi International Challenge On Economic Ideas (ICEI) 2014 yang juga membuatnya berhak memperoleh hadiah senilai USD1.000. Ini merupakan kompetisi esai ekonomi bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM). ICEI 2014 mengangkat tema "Enhancing Competitiveness of Emerging Economies through Highly-Efficient Institution."
"Tema ini memang sedang menjadi topik perbincangan hangat di kalangan ekonom," jelas Dedi, seperti dikutip dari situs resmi ITB, Jumat (23/1/2015).
Dedi menyoroti negara emerging economies, yaitu negara yang mengalami kemajuan ekonomi yang amat pesat, seperti Indonesia, Turki, Rusia dan China. Dalam esainya, ada dua poin utama yang dituangkan Dedi dalam rangka menstabilkan pertumbuhan ekonomi pada negara-negara tersebut, di antaranya memanfaatkan institusi publik yang kompetitif dalam rangka menarik investor asing.
Di samping itu, menurutnya, jenis investasi harus lebih difokuskan pada investasi langsung yang diharapkan mampu merangsang pertumbuhan ekonomi pada sektor-sektor sekunder dan tersier. "Berbeda dengan investasi tidak langsung yang cenderung hanya menguntungkan golongan-golongan tertentu, dalam hal ini adalah pemegang saham," ujarnya.
Melalui esainya yang berjudul "Harnessing Competitive Public Institutions to Lure Foreign Direct Investment: A Key to Sustain Robust Growth in Emerging Economies," Dedi juga menawarkan solusi kepada Indonesia untuk membentuk suatu badan yang berfungsi mengurus investasi di Indonesia.
"Sebenarnya badan seperti ini sudah ada di Indonesia, BKPM namanya, namun sayang kinerjanya belum efisien," katanya.
Lebih lanjut Dedi berpesan bawa kita tidak boleh membatasi diri kita pada satu bidang saja. Kita harus mengerti perkembangan terkait sektor-sektor lain seperti ekonomi, politik, sejarah, antropologi, dan lain sebagainya.
"Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa tidak akan canggung dan mampu berkarya dengan sebaik-baiknya apabila kelak terjun di masyarakat," pungkasnya.











0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.