Instruction

Monday, February 2, 2015

Kata Para Rektor soal L2 Dikti

www.pokerwalet.com | Agen Judi Poker Dan Domino Online | Poker dan domino Online | Poker Online Indonesia | Agen Poker Terpercaya |


JAKARTA - Penggabungan pengelolaan antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) ditanggapi berbeda oleh para rektor. Ada yang netral, ada juga yang pro dan kontra.


Rektor Binus University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, termasuk pemimpin PTS yang netral. Sikapnya ini juga didasari fakta bahwa rencana tersebut sudah diwacanakan sejak lama.


"Sekarang implementasinya. Saya berharap, dengan adanya Lembaga Layanan Dikti (L2 Dikti) maka urusan-urusan pengelolaan kampus yang terpusat di Jakarta, bisa dilakukan di daerah. Kami pengelola PTS berharap lembaga ini bisa memberikan pelayanan yang lebih baik," ujar Prof. Harjanto, saat berbincang dengan Okezone, di Kampus Binus University International, Senayan, Jakarta, belum lama ini.


Harjanto pun menunggu kiprah L2 Dikti. Dia berharap, PTS mendapat perhatian yang sama dengan PTN ketika Kopertis berubah bentuk. Sebab, selama ini Kopertis hanya berfungsi mengawasi (monitoring) ribuan PTS di Indonesia.


Hal berbeda disampaikan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Herry Suhardiyanto. Menurutnya, dikotomi PTN dan PTS tidak boleh dihapus. Sebab, kedua lembaga tersebut memiliki peran dan kedudukan masing-masing, termasuk harus meningkatkan mutu dan akses.


Herry menyebut, PTN dan PTS memiliki masalah yang berbeda. Masalah PTN adalah mengenai otonomi dan pengelolaan sumber daya, sedangkan masalah PTS secara umum mengenai peningkatan mutunya.


"Jadi, PTN dan PTS tidak bisa disamaratakan karena mutu mereka juga berbeda, termasuk dalam hal riset," tutur Herry. (fsl)


www.pokerwalet.com | Agen Judi Poker Dan Domino Online | Poker dan domino Online | Poker Online Indonesia | Agen Poker Terpercaya |

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.