Selama sepuluh bulan Drs. Agus Yanto M.Si. dan dua koleganya, Wihantoro dan Toto Sugito bereksperimen membuat helm dari limbah kertas di laboratorium Fisika Eksperimen Fakultas MIPA Unsoed. Agus mengklaim, helm buatan mereka tahan benturan tinggi meski dibuat dari limbah kertas.
"Pilihan terhadap limbah kertas karena secara meterial memungkinkan dan limbahnya sangat banyak, sehingga harus dimanfaatkan," kata Agus, seperti dinukil dari laman Unsoed, Kamis (29/1/2015).
Prorotipe helm dibuat dengan melumatkan limbah kertas menjadi bubur. Proses ini memakan waktu satu minggu. Kemudian, bubur kertas tersebut dicampurkan dengan lem sebagai perekat.
Tahap selanjutnya adalah melapisi peredam kejut dari stereofoam dengan adonan bubur kertas dan lem tadi hingga membentuk sungkup helm dengan ketebalan 1 cm. Helm kemudian dikeringkan dan dihaluskan hingga ketebalan 3 mm.
Agus dan tim menguji helm mereka sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Mereka memasukkan helm tersebut ke dalam rongga dengan ukuran yang sama lalu dijatuhkan dari ketinggian lima meter ke sebuah landasan logam. Hal itu dilakukan berulang kali hingga helm akhirnya pecah dan rusak. Meski demikian, prototipe helm yang terbuat dari limbah kertas tersebut tidak mengalami kerusakan berarti.
"Sungkup helm hanya retak dan keretakan tersebut tidak merusak lapisan peredam kejut," kata Agus.
Tim ini bersikeras untuk terus melakukan penyempurnaan pada prototipe helm tersebut agar hasilnya dapat maksimal. Mereka berencana mengatur ketebalan helm dengan tidak mengganggu keindahan bentuknya.











0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.