BANDUNG - Salah satu fokus program kerja Rektor ITB periode 2015-2020, Prof. Kadarsah Suryadi adalah riset. Dia berjanji, akan memperkuat penelitian berbasis kebutuhan dan teknologi terapan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Kita lihat berapa banyak riset yang bisa diteruskan, sehingga menjadi produk komoditi yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan punya nilai tambah ekonomi," kata Kadarsah seusai acara pelantikan sebagai Rektor ITB periode 2015-2020 di Bandung, Selasa.
Pengganti Prof. Akhmaloka ini menjamin, ITB akan tetap menguatkan hasil-hasil riset yang mempunyai potensi untuk diindustrialisasikan dan didorong dengan kerjasama dengan berbagai pihak. Sebab, perguruan tinggi tidak bisa menanggung sendiri dana riset, terutama penelitian yang dikomersialkan, sehingga membutuhkan kerjasama dengan institusi lain.
"Perguruan tinggi di negara maju hanya menanggung dua persen dana penelitian mereka. Sisanya dari dukungan berbagai pihak yang terlibat misalnya industri 65 persen dan pemerintah 30 persen," katanya.
Menurut Kadarsyah, kolaborasi riset ini diperlukan karena hasilnya tidak hanya dimanfaatkan oleh perguruan tinggi sendiri melainkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selama ini, dosen dan peneliti ITB sudah melakukan berbagai riset seperti pada bidang energi, manufaktur, TIK dan bioenergi.
"Sebut saja penjernih air antibakeri, tenaga surya, serta alat yang meningkatkan kalori dalam batu bara. Itu sudah banyak dilakukan dari sekarang," katanya.











0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.