BANDAR LAMPUNG - Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Bandarlampung, Novitalia, menciptakan penetralisir sinyal handphone (jammer cellphone). Alat ini dapat dipasang di masjid atau tempat ibadah agar pemilik ponsel tidak bisa dihubungi selama menjalankan ibadah salat.
"Jammer cellphone, ini berfungsi menangkal sinyal handphone agar jamaah terhindar dari gangguan panggilan dan SMS saat beribadah, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa gangguan bunyi ponsel," kata Novitalia, di Bandarlampung, Rabu (28/1/2015).
Menurut Novitalia, jamaah seringkali lupa mematikan ponsel mereka saat hendak salat. Akibatnya, tidak jarang ketika ibadah salat berlangsung, ponsel jamaah menerima panggilan telepon atau SMS yang akhirnya mengganggu konsentrasi dan kekhusyukan ibadah mereka.
"Dengan jammer cellphone jamaah tidak perlu repot-repot mematikan HP karena secara otomatis HP tidak bisa dihubungi, mengingat sinyal yang ada telah diblok oleh alat ini," imbuhnya.
Komponen penyusun jammer cellphone tersebut terdiri dari perangkat keras berupa power supply dan perangkat lunak berupa "jammer" (pemancar). Perancangan perangkat lunak meliputi flowchat dari alat sistem penetralisir sinyal handphone
"Pemancar GSM (jammer) pada alat ini bekerja pada frekuensi 88--108 MHz dan memiliki jangkauan radius lebih dari satu kilometer," kata mahasiswa Jurusan Sistem Komputer semester tujuh itu.
Komponen utama lainnya adalah "real time clock" (RTC) yang berfungsi sebagai penghitung waktu. RTC merupakan jam di komputer yang berfungsi sebagai pemelihara waktu dengan mulai dari detik, menit, jam, hari, tanggal, bulan dan tahun.
Pengaturan RTC diambil dari waktu awal salat hingga waktu akhir salat. Novitalia menjelaskan, jika waktu awal salat subuh pada 04.12 WIB dan waktu akhirnya pukul 04.50 WIB, maka secara otomatis alat ini bekerja menangkal sinyal antara rentang waktu 04.12--04.50 WIB.
Mahasiswi asal Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus Lampung ini menghabiskan waktu dua bulan dalam pembuatan inovasi ini. Dia dibimbing oleh Dodi Yudo Setyawan. Meski baru dalam bentuk prototype, Novitalia mengaku "jammer cellphone" ini mulai dilirik sejumlah pengurus masjid.
"Alhamdulillah sudah ada yang tertarik untuk menggunakan alat ini. Harganya cukup terjangkau hanya Rp2 jutaan. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat, khususnya bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah salat," tuturnya.
Sementara itu, Rektor IBI Darmajaya, Dr Andi Desfiandi SE MA, mengatakan penelitian merupakan salah satu bukti dari keberhasilan mahasiswa dalam menguasai beragam kompetensi yang didapatnya selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Melalui penelitian, mahasiswa mampu mengembangkan ide dan kreativitas mereka menjadi karya-karya yang berkualitas serta bermanfaat.
"Saya apresiasi sekali dan berharap ini bisa menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya untuk aktif melakukan penelitian. Diharapkan langkah Novitalia bisa menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya untuk lebih baik lagi dalam mengeksplorasi kemampuannya," kata Andi. (rfa)











0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.