PALEMBANG - Pengelolaan perguruan tinggi belum berubah meskipun pemerintah telah menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Para pengelola kampus masih menjalankan kampus dengan sistem lama karena pemerintah belum mengeluarkan peraturan baru.
"Saya dengar masih dalam proses pengkajian," kata Pembantu Rektor I Universitas Sriwijaya, Anis Saggaf, di Palembang, Senin (26/1/2015).
Menurut Anis, Kementerian Ristek dan Dikti sedang menyusun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis agar tidak terjadi tumpang tindih menyusul penggabungan tersebut. Meski demikian, hingga kini perguruan tinggi tidak menemukan kendala berarti meskipun aturan penyelarasan belum dikeluarkan kementerian, mengingat masing-masing institusi memiliki keandalan sistem yang telah diterapkan selama bertahun-tahun.
"Contohnya untuk penerimaan mahasiswa baru, perguruan tinggi sama sekali tidak ada kendala karena masih diperkenankan memakai sistem yang lama, kop surat saja belum berubah," ujar dia lagi.
Hanya saja, terkait dengan pengembangan dan penelitian, kedua institusi itu masih menunggu aturan baru sejak peleburan terjadi pada Oktober 2014. Anis menilai, perubahan besar akan terjadi pada sisi ini karena peleburan dua kementerian bertujuan mengefisiensikan dana. Sebelumnya, Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (sebelumnya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) sama-sama memiliki balai penelitian dan pengembangan.
"Peleburan ini akan membuat dana riset di perguruan tinggi menjadi bertambah, dengan bertambah harapan hasil riset akan lebih berkualitas," imbuhnya.
Kementerian Ristek dan Dikti menargetkan, restrukturisasi dua kementerian ini selesai pada akhir 2014 termasuk penetapan jabatan eselon I hingga aturan-aturan terkait budaya kerja di masing-masing institusi.
Menteri Ristek dan Dikti M Nasir mengatakan, sebanyak 10-15 persen anggaran perguruan tinggi harus dialokasikan untuk riset. Dukungan dana ini untuk menjalankan instruksi dan arahan Presiden Joko Widodo yang mengharapkan adanya penemuan di bidang teknologi yang lebih hemat dan ramah lingkungan.











0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.